in Lain Lain

Simon McMenemy dan Taktik Nyentrik Timnas Indonesia 

Sindiran maut manager Madura United, Haruna Soemitro untuk Simon McMenemy seengaknya bisa mewakili perasaan orang-orang yang nonton Timnas Indonesia lawan Yordania semalam. Lha wong udah bela-belain nahan ngantuk, pas Timnas main, mata malah jadi seger akibat emosi memuncak!

“Kasih tahu ke Simon (McMenemy), kalau mau coba-coba formasi atau metode trial and error, uji cobanya jangan dengan negara lain. Lebih baik dengan klub Liga 3 saja,” tegas Haruna.

“Masa mengaduk-aduk formasi yang bukan natural posisinya di event resmi FIFA Match Day. Hancur dan semakin menghancurkan ranking, lebih-lebih mental pemain. Selama dua minggu latihan apa saja dia?,” ujarnya kesal. Sabar atuh pak.

Tapi bener juga, gimana ga kesel, wong sebelum pertandingan, Bung Tara udah yakin, Simon bakal ngasih perubahan di Timnas Indonesia. Gimana enggak? pasca ditunjuk sebagai suksesor Luis Milla, Simon langsung gelar pemusatan latihan di Australia.

Jarang-jarang kan Timnas Indonesia pemusatan di luar negeri, paling banter kalau gak di Wibawa Mukti, Cikarang ya di daerah Batu, Malang. Atau sekarang yang lagi ngetren di Bali. Kaya Timnas nya Indra Sjafri yang doyan bener pemusatan latihan di Pulau Dewata.

Rasa opimistis Bung Tara melihat kehebatan Simon, semakin menggelora ketika susunan starting line up lawan Yordania beredar di dunia maya. Wih! Benar-benar beda dari biasa! Tiga bek, Hansamu Yama Pranata, Rudolof Yanto Basna dan Achmad Jufriyanto langsung dimainkan sejak awal.

Coba-coba nebak, kayanya formasinya bakal 3-5-2 atau 3-4-3. Diliat lagi dengan seksama nama yang lain muncul, muncul nama Rizki Pora sama Ruben Sanadi. Wait! Ini kan dua-duanya berposisi bek kiri? Terus siapa yang jadi bek sayap kanan.

Keheranan ini tak bikin bingung diri sendiri, tapi warganet juga bertanya-tanya, siapa yang bakal dimainkan sebagai bek kanan? Jika ada situasi yang debat-able gini pasti langsung disantap komentar para warganet. Ya, namanya juga komentar, pasti macam-macam, tergantung sudut pandang pribadi dan suasana hati.

Rata-rata komentar menebak bahwa Yanto Basna yang akan dimainkan di bek kanan. Itu semua gak terlepas lantaran dia pernah bermain di posisi itu saat memperkuat Persib Bandung pada gelaran Indonesia Soccer Championship 2016. Walau ga berhasil, karena lebih dulu dinyinyirin sama Bobotoh, he..he..

Akhirnya semua pertanyaan tadi terjawab saat pertandingan berlangsung. Ruben Sanadi yang sejatinya merupakan bek kiri saat main di Persebaya Surabaya dipaksa mengemban tugas ini.

Tidak main di posisi murni, akibatnya sepanjang pertandingan Ruben terlihat canggung memainkan peran yang seharusnya bisa ditempati Novri Setiawan. Benar saja, Ruben banyak kehilangan bola. Sekalinya coba membantu menyerang, ujung-ujungnya ketinggalan saat kena counter attack. Modyaaar!

Warganet dengan segudang amunisi di dua jempolnya, langsung bereaksi lihat keanehan ini. Namanya juga warganet yang budiman, ada yang dirasa ga beres pasti dinyinyirin. “Ruben ganti tuh sering hilang bola,” kata akun Twitter @terraangger.

“Ruben salah terus mending sekalian mainin Anang Maruf,” tulis akun Twitter @aliefmaulana.

Simon pun akhirnya nyadar kalau Ruben emang ga prima buat main posisi bek kanan. Dia menarik keluar pemain Bajul Ijo itu dan menggantinya dengan Novri Setiawan. Memang terlalu berisiko memaksa Ruben apalagi di usianya yang sudah menyentuh kepala 3.

Sebab, saat pelatih memutuskan main dengan taktik wingback pasti dituntut fisik yang prima dari sang pemain. Dia harus bisa membantu serangan dan secara sekejap juga harus langsung mundur ke belakang membantu pertahanan. Soalnya beda sistem wingback dengan sistem fullback. Di sistem kedua lebih aman karena kalau fullback telat mundur masih ada pemain sayap bisa turut membantu pertahanan.

Itu keanehan pertama! Nah balik lagi ke daftar susunan pemain, Bung Tara kali ini merhatiin komposisi di lini tengah. Ada Rizki Pellu, Evan Dimas, Rizki Pora dan Ramdani Lestaluhu. Lagi-lagi mata Bung Tara langsung terperanjat kaget! Kok gak ada pemain berposisi gelandang bertahan?

Oke-oke, Pellu memang bisa jadi gelandang bertahan, tapi dalam semusim terakhir perannya di PSM Makassar lebih ke box-to-box. Buktinya dia bisa cetak banyak gol kan dalam beberapa laga. Beda peran, beda tugas di sepak bola kan?

Nah kalau ga ada gelandang bertahan, nanti siapa yang jadi orang memutus serangan pertama Yordania? Ini pula yang membuat Yordania bisa mengeksplor lini tengah Timnas Indonesia dengan leluasa, sampai membuat komentator Khusnaeni berkata “Enak banget mereka bisa memindahkan bola dari kiri ke kanan,”.

Dari stok pemain yang ada kita punya Zulfiandi lho. Ini pemain berkelas. Bisa potong bola, bisa juga jadi otak serangan. Luis Milla aja bilang kualitas Zulfiandi bisa bermain di Eropa. Di jaman Simon, talenta seperti ini tampaknya tak dimanfaatkan dengan betul atau belum mungkin!

Tapi seengganya dari serentetan taktik dan strategi nyentrik Simon, ada sisi positif yang tetap bisa kita lihat. Itu semua performa Yanto Basna yang sudah digembleng dengan keras di sepak bola Thailand. Kualitas Yanto Basna naik pesat!

Jatuh bangun demi menghalau serangan Yordania. Dari kena gebok bola, sampai keinjek pemain Yordania waktu lakukan tekel patut diapresiasi. Itu semua dilakukan demi bisa menjaga nama baik rekannya, Ruben yang sering kehilangan bola, eh, maksudnya mengawal gawang Timnas.

Ya mungkin kalau kalian pernah main Mobile Legends, pemain lain mendapat medali perunggu usai pertandingan, si Yanto Basna ini dapet lah perak. Terlepas dari kebobolan empat gol ke gawang Andritany, tampak paling keren mainnya semalam ya sosok pria bernama Yanto tapi berasal dari Papua ini.

Jadi kalau emang targetnya mencari poin di FIFA Matchday, agak kurang elok berjudi dengan taktik yang benar-benar belum terbiasa dimainkan. Untung komentar dan perasaan hati kita udah diwakili sama Pak Haruna Soemitro ya pemirsa! Terima kasih pak Haruna, Salam Settong Dhere (salam satu darah)!

Mau tahu update cepat tentang sepak bola Indonesia dan Liga 1 2019 digenggaman kamu? Buruan install aplikasi bola nusantara. Klik di sini

Written By:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *